Letters To Unknown (3)

Dear you,
Sebenarnya aku sudah tak ingin terlarut dalam gejolak rasa tak menentu yang tak berkesudahan. Sebab di beberapa hari belakangan aku berupaya menyibukkan diri sembari mengubur kisah kita. Namun hari ini sosokmu seperti bangkit kembali hanya karena seseorang yang beraroma sepertimu berlalu dihadapanku.
Mengapa kau begitu lekat dipikiranku? Mengapa aku harus separah ini menaruh rasa padamu?
Begini,
Agar kau lebih paham maksudku, biar kukutip satu perkataan yang paling ampuh mendeskrispsikan semuanya :
Tak mudah mematikan perasaan pada seseorang yang kita temui setiap hari --SA
Kesal, ya sudah pasti. Sekuat tenaga aku harus meredam debaran yang kau cipta. Mengasingkan kedua manikku agar tak tertangkap basah olehmu. Tak semudah itu. Sebab aku selalu bisa menemukanmu meski kau hanya sekilas berlalu, atau ketika kau duduk bercengkrama dibalik dedaunan di dekat taman itu.
Apa kau tak lelah membuat jarak seperti itu?
Ah, ayolah jangan buat aku bertanya-tanya.
Aku tau kau membaca tulisanku. Aku tau kini kau tau apa rasaku.
Cukup sudah diam kita. Jika memang kau ingin menata semuanya seperti semula tetaplah anggap aku ada, bukan malah membuatku seolah tak kasat mata.
Mungkin kita seperti ini,
Aku dan kau tak akan pernah searah sebab setiap kali aku menujumu kau menuju yang lain
Kalau begitu biar kuubah arahku. Tujuanku bukan lagi untuk merebut perhatianmu sebab mustahil akan kudapati itu. Sekarang akan kutentang arahmu. Jika jarak yang kau pilih, maka semampuku akan kupelankan kekuatan detak itu. Jika menjauh lebih ampuh, biar kurawat luka ini sampai sembuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW] POND'S White Beauty Day and Night Cream

[REVIEW] Citra Sakura UV Powder Cream | Home Tester

[REVIEW] POND'S White Beauty Instabright Tone Up Milk Cream