Durjana

Dulu kau yang senantiasa ku puja
Bak raja yang bertahta di singgasana
Namamu yang selalu tersebut dalam doa
Tentangmu yang tertulis indah dalam cerita
Padamu telah kusandarkan separuh dunia
Namun itu sebelum aku kau beri luka
Berdarah-darah sebab tersayat sempurna
Dengan bangganya kau tertawa sedang aku meronta
Terseok aku kau jelingkan tatapan sok mempesona
Senyum mengambangmu membuatku bagai membusuk di neraka
Sebab ternyata hidup disisimu aku tak merasakan surga
Demi sang senja yang tak dapat lagi kulihat semburat jingganya
Dengan mata tertutup ataupun terbuka
Semua tampak sama, gelap gulita
Kini rasakanlah derita
Dari wanita jelita yang kau siksa
Matilah kau pria durjana
-- Tg.pinang, 13 Nov 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW] POND'S White Beauty Day and Night Cream

[REVIEW] Citra Sakura UV Powder Cream | Home Tester

[REVIEW] POND'S White Beauty Instabright Tone Up Milk Cream