Media Pembelajaran Alternatif - Kreatif : Struktur DNA


      Hello sobat edu, kali ini author pengen sharing mengenai tutorial pembuatan media pembelajaran biologi pada bab Substansi Genetik, yaitu DNA. Sebelum itu, sobat tau gak sih apa tujuan bagi guru menggunakan media pembelajaran ketika mengajar dikelas? Dan seberapa penting sih media pembelajaran mempengaruhi minat siswa dalam belajar? Yuk, simak dulu penjelasannya..

     Secara umum, media pembelajaran merupakan alat bantu guru yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar. Menurut National Education Association (NEA, 1969), media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak, maupun audio-visual serta termasuk didalamnya teknologi perangkat keras. (Latuheru, 1988: 14)  menyatakan bahwa, media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan tujuan untuk menyampaikan informasi dari sumber (guru) kepada penerima (siswa). Dapat disimpulkan bahwa dalam konteksnya, media pembelajaran ini digunakan oleh guru dalam mendukung proses transfer informasi atau pengetahuan kepada siswanya agar tidak terjadi miskonsepsi ketika proses belajar mengajar berlangsung. Jenis-jenis media ada buanyaaak, ada yang berdasrkan taksonomi Lehsin, klasifikasi Bertz, dan klasifikasi sederhana Henich. For more detail click on sources in the bottom of this page!

Beberapa fungsi media pembelajaran, yaitu :
  1. Mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa
  2. Memungkinkan interaksi langsung siswa dengan lingkungan
  3. Menghasilkan keseragaman pengamatan
  4. Mampu menanamkan konsep dasar dari abstrak ke konkrit
  5. Meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa

      Sebagai contoh, ketika pada bab materi mengenai struktur tumbuhan dikotil dan monokotil siswa bisa diajak ke alam untuk mengamati bagaimana struktur tumbuhan dikotil dan monokotil. Tentu saja sebelum mengamati langsung, siswa sudah dibekali pengetahuan oleh sang guru bagaimana struktur tumbuhan dikotil dan monkotil tersebut. Otomatis dengan proses mengamati secara langsung siswa memiliki pengalaman konkrit. Namun, ada beberapa materi yang membatasi pengalaman siswa jika tidak terbantu oleh ketersediaan media pembelajaran. Misalnya pada bab materi bakteri, siswa sebelumnya telah memiliki pengetahuan mengenai struktur bakteri, namun untuk meningkatkan pemahaman siswa perlu diadakannya observasi langsung, yaitu melalui praktikum. Ketika melaksanakan praktikum mengamati bakteri, tentulah kita membutuhkan alat yang mendukung pengamatan bekteri, karena bakteri merupakan organisme yang bersifat renik maka dibutuhkanlah media mikroskop untuk bisa mengamati bagaimana struktur bakteri tersebut, tergolong dalam klasifikasi apakah bakteri tersebut, dll.

     Selain itu media juga memudahkan aktivitas dan menghemat waktu, karena dalam beberapa situasi dan kondisi terkadang ada hal-hal yang tak bisa dialami langsung. Misalnya saja ketika sedang mempelajari tentang gempa, atau macam-macam patahan gempa. Tidak mungkin kita menunggu terjadinya gempa lalu memboyong murid-murid ke TKP untuk mengajak mereka belajar, “ayo anak-anak saksikanlah gempa ini, lalu amati termasuk jenis patahan apakah yang terjadi…”. Lha, menantang takdir itu namanya, wong orang-orang pada berlarian menyelamatkan diri ini malah berdiri mengamati maut yang menghampiri, piye? Haha… Kembali ke leptop! Berbicara penting atau tidaknya media pembelajaran ini sudah terlihat dari contoh yang author berikan. Gimana? penting apa nggak? Ya penting dong ya, karena penting makanya guru musti efektif dalam menyajikan media. Tak hanya itu, guru juga harus memperhatikan karakteristik siswa sehingga guru bisa menyesuaikan metode, ataupun model apa yang seharusnya digunakan dalam menjelaskan materi yang akan diajarkan, sehingga nantinya akan menimbulkan keadaan kelas kondusif dan siswa yang aktif.

     Baiklah kita lanjut, mengenai topic bahasan media udah dibahas diatas. Nah, sekarang giliran DNA struktur, ada yang tau gak DNA itu apa? Kenapa sih didalam tubuh makhluk hidup ada DNA? Wokeelah, kita bedah satu-satu yes… DNA merupakan penyimpan informasi genetic yang dikodekan secara kimia dan diproduksi didalam sel. Hasil dari program DNA inilah yang mengendalikan perkembangan sifat anatomi, fisiologi, dan biokimia dalam tubuh. DNA berbentuk double helix, memiliki komponen gugus phosphat, gula deoxyribose, dan pasangan basa nitrogen.

     Kromosom merupakan sel berbentuk batang yang tampak jelas ketika berada pada fase metaphase, karena terletak berjajar di jalur ekuator. Kromosom terbagi menjadi 2 tipe dalam sel tubuh, yaitu  (1) Autosom, tidak menentukan jenis kelami atau sifatnya tidak dapat diturunkan, dan (2) Gonosom, menentukan jenis kelamin dan terdiri atas kromosom X dan kromosom Y, atau sifatnya dapat diturunkan. Nah, dalam kromosom terdapat substansi genetic yang dapat menentukan sifat dari individu, yaitu DNA dan RNA. DNA dan RNA inilah yang nantinya membawa informasi genetik berupa kumpulan basa nitrogen yang pada tiap segmen tertentu DNA akan mengkode sifat-sifat tertentu, tiap segmen tersebut dinamakan gen. Gen berfungsi mengatur metabolisme dan menurunkan informasi genetik kepada keturunannya (anak). Susunan gen dalam tubuh individu disebut genotype, dan sifat yang tampak akibat gen tersebut disebut fenotipe.

     Hyaaaaa materi pengantar segitu aja ya. Ehehe. So now, sesuai dengan judul author mau kasih tutorial kreatif dalam membuat media pembelajaran khususnya pada materi substansi genetik, yaitu DNA.
Alat :
  1. Tang
  2. Paku
  3. Gunting atau cutter
Bahan :
  1. Kawat tebal, dengan panjang 2,5m
  2. Plastisin 2 warna (author pilih warna hijau dan biru)
  3. Pipet 4 Warna (author pilih pink, kuning, biru, ungu)
  4. Lem fox putih
  5. isolatip atau doubletape
  6. Kertas label
  7. Stick ice cream warna warni dan polos (author pake 2 : 1 bks)
  8. Kayu penyangga (author pake sumpit, wkwkw)
  9. *loyang kue, ini author pake untuk lekatkan tiang penyangga struktur DNA*
Prosedur pembuatan :
  1. Plastisin dibentuk menjadi bulat besar (hijau) dan bulat kecil (biru). Dikira-kiralah gimana ya, wkwkwk
  2. Kawat dengan panjang 2,5m dibagi 2 untuk segmen kiri-kanan DNA menggunakan tang. Pastikan kawat dalam keadaan lurus ya supaya plastisin mudah diuntai
  3. Untai plastisin kepada kawat (kya bikin gelang gitu), dahulukan palstisin besar (hijau) disusul plastisin kecil (biru) pada masing-masing kawat. Jangan diuntai sampai full kawat, beri sedikit jarak untuk masing-masing kawat diikat ke kayu penyangga
  4. Potong tiap-tiap pipet menjadi bagian kecil-sedang, lalu pasangkan satu sama lain. Kalo author sih masanginnya pink-biru, ungu-kuning. Lalu tempeli kertas label.
  5. Lubangi ditengah-tengah loyang kue (wkwkwk) dengan paku, lalu tancapkan kayu penyangga. Lem agar tidak goyang
  6. Setelah lem kering, kaitkan untaian DNA pada kawat sedemikian rupa. Bentuklah kawat menjadi seperti double helix
  7. Kemudian, pasangkan pipet (sesuai pasangan baa nitrogen ya) pada plastisin yang tlah dibentuk bulat besar (hijau)  pada rangkaian kawat tadi.
  8. Setelah semuanya selesai berilah keterangan pada tiap-tiap komponen DNA. Dan hiasalah (jika perlu


By : kelompok 6 MK media pembelajaran

Dan, taaarrraaaaa...
Media pembelajaran struktur DNA sudah jadi, woooow!

Keterangan :
  • plastisin hijau (besar) = gugus fosfat
  • plastidin biru (kecil) = gula deoksiribosa
  • pipet ungu-kuning = basa nitrogen adenin-timin
  • pipet pink-biru = basa nitrogen guanin-sitosin





Sources :

Komentar

  1. Konsultasi & Pembuatan Media Pembelajaran, Game Edukasi, Animasi, Kuis, Presentasi, Template & Source Code Flash/Android
    PSC Indonesia | WA. 0815 797 4549 | BBM. 7585807C
    www.pscindonesia.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW] POND'S White Beauty Day and Night Cream

[REVIEW] Citra Sakura UV Powder Cream | Home Tester

[REVIEW] POND'S White Beauty Instabright Tone Up Milk Cream