Postingan

You Left Me Empty

Gambar
Kemenanganku atas pernyataan isi hatiku pada awalnya ternyata tak begitu membahagiakan. Bukan sebab kau tak membalasnya, melainkan pernyataan itu secara tak sengaja juga ikut menuntaskan ikatanku padamu.

Setiap hari yang terlewati tak pernah alpa dengan aku yang mencoba mengikhlaskan. Hingga pada suatu waktu aku benar-benar mantap tidak lagi ingin melihat kilas harapan yang nyatanya sudah lama pudar.

Ketika bertahan untuk tetap mencintaimu maka logikaku tumpul dan rasaku terlalu berlebihan. Jika mencintaimu aku tumbang mungkin lebih baik aku berhenti agar bisa seimbang.

Kau memang hadir dan pergi membawa banyak rasa tanpa bersisa. Darimu aku mengecap banyak rasa pahit kecewa dan manis bahagia dalam satu waktu yang sama. Hingga akhirnya tak ada lagi rasa yang terasa.

Kau,
Meski bukan cinta terbaikku
Meski bukan patah hati terhebatku
Melepaskanmu dari hidupku cukup dalam menyisakan ruang hampa dihatiku.

Cinta itu tidak salah, yang salah adalah aku yang terlalu berlebihan merasakannya d…

Is This Goodbye?

Gambar
Bagaimana Februarimu?
Berat ya?
Tak apa, rasakan saja bagaimana rasa yang seharusnya. Bila sedih, menangislah sewajarnya. Bila lega, besyukurlah atasnya. Semua akan terlewati, ini hanya perihal waktu, tidak lambat dan tidak cepat, ia hanya butuh tepat.

Iya, aku tahu.
Berbeda ya dengan Januari yang kamu akhiri dengan sangat berani dan penuh tantangan yang teratasi. Keberanianmu melewati Januari membawamu ikut berani menuntaskan segala hal yang tertunda tujuh tahun silam.

Hebat!
Tujuh tahun itu waktu yang lama, lho. Dan kamu ditakdirkan mencintainya selama itu. Tetapi, pada hakikatnya kalian tak pernah benar-benar bersama selama itu.
Ya, cinta tak dapat di duga pada siapa ia akan menetap, suatu saat bisa saja hilang terkikis waktu. Selayaknya kupu-kupu yang hinggap, suatu saat akan terbang.

Kamu tahu sendiri apa-apa saja yang telah terlewat karenanya. Tawa, tangis, rindu, pilu, sesak, semua terwakili dan termiliki. Hanya saja, masih ada satu yang belum tuntas, perihal cinta.
Lihat betap…

Right Person Wrong Time

Gambar
"Timing is everything", begitulah kira-kira poin kisah kita. Saat itu semesta mempertemukan kita dalam pertemuan yang penuh dengan kemungkinan kecil kesempatan. Aku menyukaimu setengah gila, dan kau menyukaiku seadanya. Aku rela memendamnya sendirian, dan ternyata kamu juga. Tapi... kau cepat mengambil keputusan untuk mematikan api cinta yang menurutmu bisa membakarmu habis-habisan. Kau pintar soal perasaan karena logikamu ikut berperan. Namun tidak denganku, yang terus  menambah cadangan rasa agar api cinta itu terus menyala meski aku hampir ikut terbakar. Logikaku kalah dengan perasaanku.
Kau marah karna melihatku dengan yang lain. Aku pun marah karena aku tak bisa menolak dan juga karena bukan kamu yang bersamaku. Kita sama-sama kecewa dengan kenyataan, tapi kau lebih dulu mengalah. Setelah aku tak bersama yang lain kau menutup rapat perasaanmu, dan aku juga menutup perasaanku rapat-rapat ke orang selain kamu.
Waktu berlalu dan api cintamu telah padam. Kau telah merapikan h…

The Confession

Gambar
"Aku pernah jatuh hati pada seseorang begitu lama, begitu dalam. Aku mengenalnya cukup baik sebagai seorang teman, namun aku menginginkan lebih. Aku begitu ingin bisa berada didekatnya, namun aku tak mampu menjangkaunya"
Pernahkah kau melihat seseorang yang begitu kau inginkan namun kau tak melihat ada akhir disana. Seperti itulah aku melihatmu selama ini.

Dahulu, di satu waktu, saat aku dan kau masih berkutat dalam urusan studi, aku mencoba memperhatikanmu lebih seksama. Kau terlihat tak banyak memunculkan tanda-tanda bahwa  tertarik pada hal-hal romansa. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menyukaimu diam-diam dan menyimpan rasa itu sendirian. Namun semakin lama rasa itu kusimpan untukmu, semakin kuat ia melekat. 
Mengapa aku memilih bersembunyi dibalik perasaan itu? Karena aku takut kau menjauh. Hingga akhirnya tak pernah terbesit dipikiranku untuk menyatakan apa yang sesungguhnya aku rasakan terhadapmu.

Pengakhiran masa studi ditandai dengan adanya seremoni kelulusan y…

Silent Lover

Gambar
Sebuah aroma khas tercium oleh indra penciumanku disepanjang perjalanan menuju rumah seseorang yang dulu namanya pernah kusimpan rapat dalam hati. Aroma itu kembali membangkitkan kisah pilu cinta bertepuk sebelah tangan semasa sekolah. Hal yang membuat seorang anak remaja perempuan yang gemar berpenampilan sok gagah dan pemberani yang berubah menjadi manis dan feminim.

Bermula pada percakapan sewaktu pergantian pelajaran di kelas bawah aku mulai sadar bahwa aku menyukaimu. Aku mulai mudah malu-malu jika berhadapan denganmu. Tanganku dingin, dan jantungku rasanya ingin copot, dag dig dug. Memori itu tak akan pernah bisa terhapus dari ingatanku. Bagaimana bisa aku lupa tentang kesan pertama kali senyum indah itu terkembang di wajah bulatmu dan gelak tawamu yang menggema ketika lelucon klasik grup sudut kanan terlontarkan? "Ah kau ini, selalu saja sukses membuatku senyam-senyum sendiri, seperti sekarang ini", gumamku.
Segala tingkah laku, diam atau cerewet, atau tawa dan marahmu …

Unexpected Story

Gambar
Beberapa waktu lalu, aku tiba-tiba bertemu seseorang, tepatnya dia sih yang menemukanku. Sebuah pertemuan semu layaknya fenomena add and confirm di salah satu platform social media. Seusai prosesi perkenalan pada umumnya, dapat kusimpulkan dia pribadi yang sederhana dan ramah. Aku sedikit penasaran dengan sosoknya, sampai aku mengecek seluruh profil dan fotonya. Tidak ada yang aneh, semua normal. Jadi kuputuskan untuk memberinya kesempatan untuk menjadikannya kenalan jauh dengan segala potensi positif di kemudian hari. Oh, maksudku, mungkin kami bisa kenal lebih dekat, begitu.
Awalnya, aku bertindak seperti perempuan pada umumnya yang malu-malu kucing. Tapi malu-malu kucing versiku karena aku agak canggung dengan perkenalan, apalagi tanpa tatap muka seperti ini. Biasanya aku hanya seadanya saja kalau memang ingin berkenalan. Sebab di benakku, aku takut jika salah satu diantara kami meletakkan ekspektasi tinggi yang kemudian malah menyesalinya. Atau bahasa kasarnya saat itu aku hanya me…